Jumat, 26 Desember 2014

# Eufemisme

     Ada beberapa hal yang sangat aku takutkan selain kematian. Yaitu perpisahan dan kenangan.

          Bagaimana mungkin kita bisa membuat kenangan, lalu menghancurkannya dengan perlahan? Menghancurkan kenangan tak ada bedanya dengan menghancurkan peradaban. Hanya penyampaiannya saja yang sedikit halus. Penggunaan eufemisme yang tepat, menurutnya.

          Pun dengan perpisahan. Untaian kata ‘selamanya’ tak pernah jujur. Kata ‘selamanya’ hanya digunakan oleh mereka para pembohong sejati.

          “Aku. Kamu. Selamanya. Bahkan Bencana alam tak dapat memisahkan kita”

          Sekali lagi, ‘selamanya’ juga termasuk eufemisme. Eufemisme dari kata perpisahan.

          Aku ndak bermaksud menyinggung siapapun, tapi menurutku, pembohong sejati adalah pemilik eufemisme yang handal.

          Aku benci dengan permainan kata. Kata selalu menipu.
          Selalu.
          Aku hampir mati dibuatnya.


Bekasi, 26 Desember 2014.
Dariku, penerima makna eufemisme yang payah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar