Rabu, 19 Agustus 2015

Gadis Sederhana

Seorang bangsawan rela membayar ratusan juta demi tidur di kamar hotel Manhattan.

Sekumpulan lainnya menempuh ribuan kilo, ke Alaska, demi tidur di atas gundukan salju dan di bawah kilauan bintang.

Tapi aku hanya ingin tidur di pundakmu, sayangku. Semalaman, sampe bosan.
..

Warga Skotlandia berbondong-bondong menghadiri Festival Edinburgh Fringe, demi melihat komedian idolanya tampil.

Sama halnya dengan warga Jerman yang berkumpul di pelataran bar demi menghadiri festival Oktoberfest.

Tapi aku hanya ingin duduk di sampingmu, manisku. Sambil menyaksikan program tivi yang kamu suka.
..

Teman dekatku berkata jika Alain Ducasse adalah tempat makan terbaik di semenanjung Eropa.

Sedangkan pengamat kuliner mengunjungi Gordon Ramsay London untuk mencicipi domba cornish yang terkenal akan lezatnya.

Tapi aku hanya ingin makanan buatanmu, cantikku. Bersama-sama, saling suap dan menatap.
..

Aku selalu menghargai kesederhanaanmu, gadisku.

Jika kamu tidur di atas bantal, aku akan tidur di pangkuanmu.

Jika kamu melahap sebatang es krim, aku akan menjilat sisanya di bibirmu.

Jika kamu ingin datang ke sebuah konser, aku akan bernyanyi di hadapanmu. Dengan suara pas-pasan dan petikan gitar tanpa nada.
..

Tetaplah menjadi gadis yang sederhana.

Yang mengayuh sepedanya dengan kuat.

Yang keringatnya mengucur dengan deras.

Yang mengenakan pakaian tanpa merk.

Yang menangis saat merasa buntu.

Yang lebih senang membaca ketimbang belanja.

Yang selalu berkata, “Nabung, bukan untuk kamu. Tapi untuk kita.”

Bekasi, 20 Agustus 2015
Dariku, pria yang sedang menabung demi ‘kita’.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar