Aku suka sastra; kamu suka matematika.
Aku suka kata; kamu suka angka.
Numeralia.
Ketika kamu duduk menghadap papan tulis dengan rambut berantakan, aku menemukan kecerdasan tanpa tandingan. Bahwa kau sibuk dengan penjabaran, menulis angka dan memisahkannya dengan garis. Manis sekali. Wanita lain tidak memahami sisi keromantisan sebuah angka.
Katamu, persamaan dapat dipecahkan dengan logaritma. Tapi kamu tampil luar biasa ketika berkelit dengannya. Di atas meja, sobekan kertas berhambur. Telapak tanganmu penuh dengan goresan pulpen. Cantik sekali; kamu cantik ketika berdua dengan logaritma.
Numeralia.
Kamu ketus memandang soal kalkulus. Dengan keringat yang berkucur, kau patahkan penjabaran rumit. Notasi seperti makanan basi. Integral seperti latihan berhitung awal.
Numeralia.
Bahwa kau adalah sastra, yang bersemayam di balik angka.
Bekasi, 22 Januari 2016
Dariku, siswa yang tak pernah lulus matematika.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar